Featured Posts

Monday, March 11, 2019

Dua Amalan Ini Ringan Tapi Dapat Memperberat Timbangan Amal Di Akhirat

Posted by Mr sumari at March 11, 2019 0 Comments
Pastinya antum sudah melaksanakan amalan ini setiap hari tapi tidak sadar.Padahal amalan ini keistimewaannya bisa memperberat timbangan amal di alam abadi jikalau terus di dzikirkan.
Setelah final zaman terjadi, kehidupan insan tidak lantas berakhir begitu saja. Justru insiden ini menjadi awal mula bagi kehidupan yang kekal abadi selamanya. Setelah menjalani fase hisab atau perhitungan, maka akan diketahui insan akan masuk nirwana atau di neraka.
Nantinya amal baik dan jelek insan ditimbang terlebih dahulu. Ada yang nilai amalnya memberatkan timbangan kebaikan, ada pula kebaikan yang nilainya tidak begitu memberatkan.
Dua kalimat berikut ini ternyata mempunyai nilai yang berat ketika ditimbang pada hari kiamat. Kalimatnya begitu gampang diucapkan dan sangat dicintai Allah SWT.
Sudah pernahkah kita mengucapkannya? Seperti apa lafadznya?
Ternyata kalimat tersebut berbunyi Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil ‘Adzim yang mempunyai arti “Maha Suci Allah dan segala puji untuk-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.” Pengetahuan ini bersumber dari hadist Nabi Muhammad SAW. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Dua kalimat yang ringan diucapkan lisan, berat ditimbangan, dan dicintai oleh Al-Rahman (Allah): Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil ‘Adzim.” 
Sangat ringan bukan? Jumlah hurufnya sangat sedikit, serta huruf-huruf tersebut  mempunyai daerah keluar yang mudah. Tidak ada aksara yang berat diucapkan. Sehingga ringan diucapkan. Pahalanya pun sangat berlimpah, mengambarkan Allah SWT begitu gampang memperlihatkan rahmat dan kasih sayangnya kepada hamba-Nya.
Dzikir Subhanallahi Wa Bihamdihi ini mempunyai makna menyucikan Allah SWT dari apa-apa yang tidak pantas untuknya.
Dia Maha tepat dari segala sisi. Kemudian, kalimat tersebut digandengkan dengan tasbih kebanggaan yang memperlihatkan kesempurnaan karunia dan pemberian-Nya kepada semua makhluk-Nya. Juga memperlihatkan kesempurnaan hikmah, pengetahuan, dan sifat-sifat-Nya yang lain.
Subhanallah al-Adzim berarti Allah pemilik keagungan, kebesaran, keperkasaan, kekuasaan. Tidak ada sesuatu yang kekuasaan, kemampuan, kebijaksanaan, pengetahuan yang lebih agung daripada Allah. Dia maka agung dengan Dzat dan sifat-sifat-Nya.
Dua kalimat zikir di atas mengandung maqam raja’ (pengharapan) dan khauf (Takut).
Raja’ terdapat pada sifat kebanggaan yang berupa sanjungan baik atas apa yang Dia perbuat dan sifat-sifat kesempurnaan dan kemuliaan yang disandang-Nya. Sedangkan khauf diperoleh dari makna keagungan, kebesaran, keperkasaan, kekuasaan.
Saat mengetahui begitu mudahnya di ucapkan, supaya kita tidak lagi menyia-nyiakan waktu untuk tidak berucap kalimat yang sangat kaya akan pahala tersebut.
Wallahu Ta’ala A’lam.

Kisah Aktual – Sukses Sehabis Di-Phk Dengan Bersedekah

Posted by Mr sumari at March 11, 2019 0 Comments
Allah selalu memperlihatkan jalan lain bagi orang yang rajin sedekah. Salah satu misalnya yaitu ibarat apa yang dialami Sudibyo.
Tak usang sehabis di-PHK di kawasan kerjanya. Sudibyo bangun dan sukses menjadi pengusaha dengan omzet ratusan juta rupiah.
Sedekah tidak akan menciptakan seseorang jatuh miskin. Sebaliknya, dengan sedekahmaka akan menciptakan seseorang menemukan jalan kesuksesan sampai mempunyai kekayaan yang berlipat-lipat.
Itulah yang dirasakan Sudibyo (45), pengusaha sukses asal Sidoarjo. tak disangka, laki-laki yang dulunya bekerja sebagai buruh pabrik ini ternyata bisa membalikkan kenyataan menjadi bos perusahaan kerikil bara dalam waktu yang relatif singkat.
Ketika masih menjadi buruh pabrik, Sudibyo pun tidak jarang menelan pengalaman pahit.
Salah satunya yaitu ia sempat menjadi korban PHK (pemutusan hubungan kerja) dengan teman-temannya sampai dirinya mencicipi kebingungan.
Sebab laki-laki itu tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, melainkan juga istri dan anak-anaknya yang selalu menunggunya di rumah.
Namun apa boleh buat, kebingungan itu pun ia terima dengan penuh keikhlasan, sekalipun rasanya begitu berat.
Sambil berfikir wacana usaha yang harus ia lakukan, lambat laun Sudibyo menemukan sebuah jalan dengan cara membuka usaha tahu.
Rajin Sedekah
Ia pun dengan teman-temannya membuka pabrik tahu. Dalam menjalankan perusahaan itu, sebagian dari penghasilannya itu disisihkan untuk anak yatim dan fakir miskin.
Sebagai bentuk rasa syukur atau jalan usaha yang telah membawanya pada kebahagiaan sehabis dirinya sempat kebingungan lantaran di-PHK.
“Saat itu saya semangat membuka pabrik lantaran saya merasa kasihan dengan teman-teman lain yang juga di PHK, lantaran itu saya ingin menyelamatkan mereka supaya tidak nganggur,” jelas Sudibyo.
Ia menambahkan bahwa seiring dengan perjalanannya sebagai pengusaha tahu, penghasilan Sudibyo semakin menanjak.
Bahkan dengan modal yang sudah ia miliki, ia pun mulai punya impian untuk membuka usaha lain dengan menjadi pengusaha kerikil bara.
Dengan penuh keyakinan, ia pun memulai usaha itu dengan penuh ketekunan dan perjuangan.
Hanya beberapa bulan dari usahanya itu, ia pun dikejutkan dengan kesuksesan yang luar biasa sampai usaha kerikil bara yang dijalani semakin meningkat. Bahkan omzetnya mencapai ratusan juta rupiah.
“Saya benar-benar tidak menyangka bisa berhasil ibarat ini,” cetusnya.
Doa Yatim
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa semenjak menjalani usaia itu, dirinya merasa tidak mempunyai dilema yang berarti sampai semuanya bisa berjalan mulus.
Itu sebabnya ia selalu merasa senang dengan kenyataan itu. Kebahagiaan itu pun semakin menciptakan hatinya berbunga-bunga sehabis beberapa dikala sehabis itu, impian dirinya untuk menampung teman-temannya yang dulunya juga ikut di-PHK tercapai. Beberapa orang dari mereka bekerja di perusahaannya.
“Sebagai mantan PHK, saya sangat mencicipi bagaimana rasanya menjadi pengangguran. Karena itu, semenjak pertama kali membuka usaha, saya niatkan untuk memperlihatkan ruang kepada mereka untuk bergabung supaya tidak jadi pengangguran,” tandasnya.
Lebih lanjut Sudibyo memaparkan kesuksesan yang ia temukan itu gotong royong juga tidak terlepas dari doa belum dewasa yatim dan fakir miskin yang selalu ia santuni secara rutin.
Lebih dari itu, ia juga selalu memperlihatkan derma setiap kali menemukan para pengemis di jalanan, bahkan tukang becak yang penghasilannya tidak seberapa.
“Saya juga sangat bersyukur lantaran dari ini juga selalu sehat dan aneka macam mendapat fasilitas dalam hidup ini.” imbuhnya.
Nah, Itu merupakan salah satu dongeng mengenai betapa besarnya khasiat Sedekah untuk kehidupan kita, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT, mengenai wacana saling berbagi.
Yuk, bantu share sobat ceramah bersama semoga share Anda bisa bermanfaat.
Sumber: akuislam.id

Hadiahkan Dirimu Hanya Untuk Ia Suamimu, Jangan Kepada Ia Yang Belum Tentu Menjadi Suamimu

Posted by Mr sumari at March 11, 2019 0 Comments
Wanita, hati-hati menjaga dirimu, jangan terlalu murah kepada lelaki, terlebih soal hati supaya suatu ketika nanti kau tidak merasa menyesal dikarenakan telah bertindah terbelakang mau bermain dengan gampangnya dengan lelaki yang sama sekali tidak ada hak kepadamu.
Intinya, kuatkan dirimu dari tawaran-tawaran menyenangkan tapi menyesatkan, jangan mau bekerjasama cinta dengan lelaki yang tidak ada tanggung jawab dalam menicntai.
Hadiahkan dirimu hanya untuk suamimu kelak, jangan kepada ia yang belum tentu akan menjadi suamimu, walau alih-alih ia begitu menyayangi dan setia kepadamu.

Jangan Menjalin Hubungan Lewat Pacaran, Karena Pacaran Hanya Akan Membuatmu Merugi Bila Tidak Menjadi Satu Dalam Pernikahan

 terlebih soal hati supaya suatu ketika nanti kau tidak merasa  menyesal dikarenakan telah bertind Hadiahkan Dirimu Hanya Untuk Dia Suamimu, Jangan Kepada Dia yang Belum Tentu Menjadi Suamimu
instagram.com/sahlahasanah
Lebih tepatnya yakni jangan menjalin hubungan lewat pacaran, jangan menjalin cinta diatas jalan yang Allah larang, lantaran pacaran dan semacamnya hanya akan membuatmu merugi kelak bila memang kau tidak menjadi satu dalam pernikahan.

Jangan Dzalimi Dirimu Sendiri, Sungguh Dengan Pacaran Artinya Kamu Tidak Menghargai Dirimu Sendiri Dengan Baik

 terlebih soal hati supaya suatu ketika nanti kau tidak merasa  menyesal dikarenakan telah bertind Hadiahkan Dirimu Hanya Untuk Dia Suamimu, Jangan Kepada Dia yang Belum Tentu Menjadi Suamimu
instagram.com/sahlahasanah
Sayangi dirimu sendiri sebelum kau menyayangi orang lain, supaya hingga kapanpun kau tahu bagaimana memposisikan dirimu dengan pantas dan tetap dalam pengendalian diri yang baik.
Jangan dzalimi dirimu sendiri, jangan aniaya dirimu sendiri, dan jangan hinakan dirimu sendiri dengan berbuat yang Allah benci, sungguh jikalau kau menentukan pacaran itu artinya kau tidak menghargai dirimu sendiri dengan baik.

Menjalin Hubungan Cinta Sah-sah Saja, Asal Kamu Menjalin Hubungan Dalam Jalan yang Sudah Allah Tetapkan

 terlebih soal hati supaya suatu ketika nanti kau tidak merasa  menyesal dikarenakan telah bertind Hadiahkan Dirimu Hanya Untuk Dia Suamimu, Jangan Kepada Dia yang Belum Tentu Menjadi Suamimu
instagram.com/sahlahasanah
Menjalin hubungan cinta dengan siapapun dan dalam keadaan menyerupai apapun sah-sah saja, asal kau sendiri menjalinnya lewat jalan yang memang sudah Allah tetapkan.
Apa? pernikahan, jikalau memang kau ingin bermain cinta maka pilihlah sebuah ikatan pasti, dimana di dalamnya penuh dengan yang namanya tanggung jawab dan ibadah, sehingga cinta yang ada tidak hanya menyenangkan tapi menenangkan lantaran berbuah pahala.

Pacaran Jalan Mencintai Paling Hina di Hadapan Allah, Maka Jangan Sampai Kamu Membuat Allah Murka Terhadapmu

 terlebih soal hati supaya suatu ketika nanti kau tidak merasa  menyesal dikarenakan telah bertind Hadiahkan Dirimu Hanya Untuk Dia Suamimu, Jangan Kepada Dia yang Belum Tentu Menjadi Suamimu
instagram.com/sahlahasanah
Ketahuilah, pacaran atau bersenang-senang sebelum terlaksananya janji ijab kabul itu yakni jalan menyayangi paling hina di hadapan Allah, maka jangan hingga kau menciptakan Allah marah terhadapmu.
Tetap jaga dirimu baik-baik, sayangilah dirimu dengan baik, ingatlah segala hal yang Allah suka dan tidak Allah sukai, supaya hingga kapanpun hidupmu indah berada dalam ridho-Nya.

Bersabarlah Menunggu Cinta yang Benar-benar Pantas, Sambil Lalu Memantaskan Dirimu Dengan Penjagaan Akhlaq yang Baik

 terlebih soal hati supaya suatu ketika nanti kau tidak merasa  menyesal dikarenakan telah bertind Hadiahkan Dirimu Hanya Untuk Dia Suamimu, Jangan Kepada Dia yang Belum Tentu Menjadi Suamimu
instagram.com/sahlahasanah
Bersabarlah menunggu cinta yang benar-benar pantas, bersabarlah menunggu seseorang yang telah Allah gariskan untukmu, sambil kemudian kau memantaskan dirimu dengan penjagaan akhlaq yang baik.
Hadiahan dirimu kepada ia yang berhak kepadamu, yaitu suami yang telah menjemputmu menjadi satu-satunya penyempurnanya kelak

Masha Allah, Dengan Al-Qur’An, Hafidzah Ini Bangunkan Ayahnya Sehabis 15 Tahun Koma

Posted by Mr sumari at March 11, 2019 0 Comments
Ketika Asmaa bertanya ke mana ayahnya, saya selalu merahasiakannya. Aku hanya menjawab ayahnya suatu ketika nanti akan kembali.
Tapi, sekarang Asmaa sudah berusia 15 tahun. Ia juga sudah hafal Al Qur’an dan terlihat lebih cerdik balig cukup akal dari usianya. Maka kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Pada 9 Ramadhan tahun 1395 H, kendaraan beroda empat Abu Salmaa terbalik ketika pulang dari kawasan kerja di Timur Saudi menuju Riyadh.
Kecelakaan itu begitu hebat sampai membuatnya pribadi koma. Ia segera dilarikan ke rumah sakit.
Tim dokter seorang jago yang menanganinya mengatakan, suamiku mengalami kelumpuhan otak. 95 persen otaknya telah mati.
Aku terus menungguinya. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Ujian kesetiaan datang, ketika lima tahun berlalu dan suamiku belum juga sadarkan diri.
Sebagian orang menyarankan saya menikah lagi dengan didukung oleh rekomendasi seorang Syaikh.
“Tidak,” jawabku ketika itu.
“Selama suamiku belum dikubur, saya akan tetap menjadi istrinya.”
Aku pun kemudian berkonsentrasi untuk mentarbiyah Asmaa, di samping bergantian dengan keluarga menunggui suami di rumah sakit. Aku kemudian memasukkan Asmaa ke sekolah tahfidz sampai jadilah ia hafal Qur’an.
Sejak tahu ayahnya koma di rumah sakit, Asmaa selalu membersamaiku ke sana. Ia mendoakan dan meruqyah ayahnya, ia juga beramal untuk ayahnya.
Hingga suatu hari pada tahun 1410, Asmaa meminta ijin menginap di rumah sakit. “Aku ingin menunggui ayah malam ini” pintanya dengan nada mengiba. Aku tak dapat mencegah.
Malam itu, Asmaa duduk di samping ayahnya. Ia membaca surat Al Baqarah di sana. Dan begitu selesai ayat terakhirnya, rasa kantuk menyergapnya. Ia tertidur di bersahabat ayahnya yang masih koma.
Tak berapa usang kemudian, Asmaa terbangun. Ada ketenangan dalam tidur singkatnya itu. lalu, ia pun berwudhu dan menunaikan shalat malam.
Selesai shalat beberapa raka’at, rasa kantuk kembali menyergap Asmaa. Tetapi, kantuk itu segera hilang ketika Asmaa merasa ada bunyi yang memanggilnya, antara tidur dan terjaga.
“Bangunlah… bagaimana mungkin engkau tidur sementara waktu ini yakni waktu mustajab untuk berdoa? Allah tidak akan menolak doa hamba di waktu ini”
Asmaa pun kemudian mengangkat tangannya dan berdoa. “Yaa Rabbi, Yaa Hayyu…Yaa ‘Adziim… Yaa Jabbaar… Yaa Kabiir… Yaa Mut’aal… Yaa Rahmaan… Yaa Rahiim… ini yakni ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…
Ya Allah…, sesungguhnya ia berada di bawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya… Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menyebabkan api menjadi cuek dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim… sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…
Ya Allah… sesungguhnya mereka telah menyangka bekerjsama ia mustahil lagi sembuh… Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…”
Sebelum Subuh, rasa kantuk tiba lagi. Dan Asmaa pun tertidur. “Siapa engkau, mengapa kamu ada di sini?” bunyi itu membangunkan Asmaa.
Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Mencari sumber suara. Tak ada orang. Betapa senang dirinya, ternyata bunyi itu yakni bunyi ayahnya. Ia sadar dari koma panjangnya. Begitu bahagianya Asmaa, ia pun memeluk ayahnya yang masih terbaring. Sang ayah kaget.
“Takutlah kepada Allah. Engkau tidak halal bagiku” kata sang ayah. “Aku ini putrimu ayah. Aku Asmaa” tak menghiraukan keheranan sang ayah, Asmaa segera menghubungi dokter dan menyampaikan apa yang terjadi.
Para dokter yang piket pada pagi itu hanya dapat mengucapkan “masya Allah”. Mereka hampir tak percaya dengan insiden menakjubkan ini. Bagaimana mungkin otak yang telah mati sekarang kembali? Ini benar-benar kekuasaan Allah.
Sementara Abu Asmaa, ia juga heran mengapa dirinya berada di situ. Ketika Asmaa dan ibunya menceritakan bahwa ia telah koma selama tujuh tahun, ia hanya bertasbih dan memuji Allah.
“Sungguh Allah Maha Baik. Dialah yang menjaga hamba-hambaNya” simpulnya.
Demikianlah, saya sangat berbahagia dengan keajaiban dari Allah ini. Aku hanya dapat bersyukur kepada Allah yang telah mengokohkan kesetiaanku dan membimbingku untuk mentarbiyah putriku.
Sumber: islampos.com

Keampuhan “Bismillah” Yang Mungkin Belum Anda Ketahui Sebelumnya

Posted by Mr sumari at March 11, 2019 0 Comments
Dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa dia mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَإِذَا لَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
Jika seseorang menyebut nama Allah dikala hendak masuk rumahnya dan dikala hendak makan, maka setan berkata kepada kaumnya;
‘Kalian tidak dapat menginap dan tidak dapat makan! ‘Jika seseorang tidak menyebut nama Allah dikala hendak masuk rumahnya, maka setan berkata; ‘Kalian dapat masuk dan dapat menginap.’
Jika seseorang tidak menyebut nama Allah sewaktu hendak makan, maka setan berkata; ‘Kalian dapat menginap dan makan malam.‘ (H.R. Muslim No. 3762, Abu Daud No. 3263)
Imam Asy Syaukani Rahimahullah menjelaskan:
وَاَلَّذِي عَلَيْهِ الْجُمْهُورُ مِنْ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ مِنْ الْمُحَدِّثِينَ وَغَيْرِهِمْ أَنَّ أَكْلَ الشَّيْطَانِ مَحْمُولٌ عَلَى ظَاهِرِهِ وَأَنَّ لِلشَّيْطَانِ يَدَيْنِ وَرِجْلَيْنِ وَفِيهِمْ ذَكَرٌ وَأُنْثَى وَأَنَّهُ يَأْكُلُ حَقِيقَةً بِيَدِهِ إذَا لَمْ يُدْفَعْ. وَقِيلَ إنَّ أَكْلَهُمْ عَلَى الْمَجَازِ وَالِاسْتِعَارَةِ. وَقِيلَ إنَّ أَكْلَهُمْ شَمٌّ وَاسْتِرْوَاحٌ، وَلَا مَلْجَأَ إلَى شَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ. وَقَدْ ثَبَتَ فِي الصَّحِيحِ كَمَا سَيَأْتِي «إنَّالشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ» وَرُوِيَ عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَنَّهُ قَالَ: الشَّيَاطِينُ أَجْنَاسٌ، فَخَالِصُ الْجِنِّ لَا يَأْكُلُونَ وَلَا يَشْرَبُونَ وَلَا يَتَنَاكَحُونَ وَهُمْ رِيحٌ، وَمِنْهُمْ جِنْسٌ يَفْعَلُونَ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيَتَوَالَدُونَ وَهُمْ السَّعَالِي وَالْغِيلَانُ وَنَحْوُهُمْ
Mayoritas ulama baik kalangan salaf/terdahulu dan khalaf/belakangan, baik andal hadits dan lainnya, mereka memaknai makannya syetan secara zhahirnya (tekstual).
Sesungguhnya syetan mempunyai dua tangan, dua kaki, ada laki-laki, dan ada perempuan, mereka makan secara hakiki (sungguhan) dengan tangannya bila tidak ada yang mencegahnya.
Ada juga yang menyampaikan bahwa makannya syetan bermakna kiasan dan metafora saja (bukan sungguhan).
Ada juga yang menyampaikan makannya mereka yaitu mencium dan mengendus saja, tidak ada suatu pun yang terlindung dari hal itu.
Telah shahih dalam kitab Ash Shahih, sebagaimana nanti akan kami sampaikan, hadits: “Sesungguhnya syetan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri.”
Diriwayatkan dari Wahb bin Munabbih, kata beliau:
“Syetan itu bermacam-macam, ada yang jin sangat halus, tidak makan, tidak minum, dan tidak nikah, mereka angin saja. Jenis lainnya ada yang melaksanakan itu semua dan mereka melahirkan anak, dapat batuk, jadi hantu kemudian menghilang, dan semisalnya.” (Imam Asy Syaukani, Nailul Authar, 8/172)
Sumber: alfahmu.id

Lagi Banyak Masalah? Tetap Semangat, Sebab Allah Tidak Akan Memberi Problem Di Luar Batas Kemampuanmu

Posted by Mr sumari at March 11, 2019 0 Comments
Untukmu yang dikala ini tengah menghadapi aneka macam masalah, tetap semangat dan bersabarlah, sebab Allah tidak akan memberi duduk kasus diluar batas kemampuanmu.
Allah akan selalu menyesesuaikan masalahmu dengan batas bisa yang ada dalam dirimu, maka jangan takut dan jangan lemah tatkala Allah menghadapkanmu pada duduk kasus yang sangat sulit sekalipun.

Tetap Yakin Bahwa Apapun Masalahmu Pada Akhirnya Akan Menemukan Titik Akhir dan Solusi Terbaik

     Untukmu yang dikala ini tengah menghadapi aneka macam duduk kasus Lagi Banyak Masalah? Tetap Semangat, Karena Allah Tidak Akan Memberi Masalah di Luar Batas Kemampuanmu
instagram.com/hayalmeyall_
Tetap yakin bahwa apapun duduk kasus yang tengah kau hadapi pada balasannya akan menemukan titik final dan solusi terbaik, sebb tidak mungkin duduk kasus yang Allah menetapkan tidak mempunyai penyelesaian.
Bila Allah menggariskan kesulitan kepadamu maka bersamanya niscaya akan ada kemudahan, atau bila tidak bersamaan niscaya akan ada setelahnya.

Allah Ada Bersamamu, Maka Jangan Merasa Getir Dengan Masalah yang Terus Membelenggumu

     Untukmu yang dikala ini tengah menghadapi aneka macam duduk kasus Lagi Banyak Masalah? Tetap Semangat, Karena Allah Tidak Akan Memberi Masalah di Luar Batas Kemampuanmu
instagram.com/hayalmeyall_
Maka tenanglah wahai diri, bila kau yakin ada Allah bersamamu, tentu semua yang menakutkanmu tidak akan lagi menghujam hatimu pilu.
Pasti duduk kasus yang kau alami  masalah yang terus membelenggumu tidak akan lagi menciptakan merasa getir, tatkala hatimu benar-benar yakin bahwa ada Allah yang selalu bersamamu dan tidak akan pernah meninggalkanmu.

Hadapi Dengan Penuh Rasa Yakin Bahwa Kamu Mampu, Karena Bila Kamu Yakin Maka Allah Akan Tambahkan Kekuatan

     Untukmu yang dikala ini tengah menghadapi aneka macam duduk kasus Lagi Banyak Masalah? Tetap Semangat, Karena Allah Tidak Akan Memberi Masalah di Luar Batas Kemampuanmu
instagram.com/hayalmeyall_
Untuk itu, seberapa besar masalahmu, seberapa banyak masalahmu, dan seberapa sulit masalahmu, hadapilah dengan peuh rasa yakin bahwa kau mampu, hadapilah dengan penuh rasa yakin bahwa semua niscaya akan selesai dengan baik.
Karena bila kau yakin kepada Allah sepenuhnya, maka Allah akan tambahkan kekuatan untukmu, sehingga pada balasannya kau tidak akan pernah merasa kesulitan lagi.

Jangan Lupa Untuk Terus Berbaik Sangka Pada Allah, Karena Pertolongan-Nya Akan Sampai Bila Kamu Percaya Kepada-Nya

     Untukmu yang dikala ini tengah menghadapi aneka macam duduk kasus Lagi Banyak Masalah? Tetap Semangat, Karena Allah Tidak Akan Memberi Masalah di Luar Batas Kemampuanmu
instagram.com/hayalmeyall_
Dan jangan peernah lupa untuk terus berbaik sangka kepada Allah, sebab pertolongan-Nya akan hingga kepadamu bila kau sendiri telah percaya kepada-Nya dengan tanpa ragu sedikitpun.
Kamu akan Allah mampukan menuntaskan masalahmu dengan tepat tatkala kau sendiri telah sangat banyak berbaik sangka pada apapun yang telah ditetapkan-Nya.

Kamu Akan Mampu Melewatinya, Tatkala Kamu Sudah Yakin Bahwa Apapun Itu Bersama Allah Semuanya Akan Mudah

     Untukmu yang dikala ini tengah menghadapi aneka macam duduk kasus Lagi Banyak Masalah? Tetap Semangat, Karena Allah Tidak Akan Memberi Masalah di Luar Batas Kemampuanmu
instagram.com/hayalmeyall_
Intinya, apapun duduk kasus yang tiba menghadangmu, tentu kau akan bisa melewatinya tatkala kau sudah yakin bahwa bersama Allah seuanya akan gampang dilalui,
Seberat dan sebanyak apapun beban hidup yang dirasa, tatkala hatimu yakin akan pertolongan-Nya, maka niscaya semuanya akan baik-baik saja untuk kau hadapi dan lewati.

Allah Akan Melindungi Orang Yang Melaksanakan Tiga Hal Ini

Posted by Mr sumari at March 11, 2019 0 Comments
Manusia selalu mencari sesuatu yang menyebabkan hidupnya semakin hening baik secara lahiriah maupun secara batin (urusan hati).
Berbagai cara dia lakukan demi mendapat keinginannya. Salah satunya ialah dengan memakmurkan baitullah (masjid atau daerah ibadah)
Dalam hal ini, Abu Al-Lais as-Samarkandi dalam kitab Tanbih al-Ghafilin mengutip perkataan Hasan bin Ali yang pernah berpesan ada tiga golongan yang selalu bersahabat dengan Allah dan selalu mendapat sumbangan dari-Nya, yaitu:
Pertama, seseorang yang hendak pergi ke Masjid dengan tujuan mencari ridha-Nya, maka dia sebagai tamu Allah yang akan selalu dijaga hingga dia keluar dari daerah itu.
Kedua, seseorang yang mau mengunjungi saudaranya dengan lapang dada alasannya Allah.
Maka dia akan mendapat sumbangan dari-Nya hingga dia pulang ke rumah, alasannya dia termasuk orang yang menyambung tali silaturahmi.
Ketiga, orang yang haji atau umrah lillahi ta’ala, bukan untuk mencari gelar haji atau tujuan lain.
Maka orang ini diumpamakan sebagai tamu Allah, Ia akan selalu menjaganya bahkan akan menjanjikan nirwana untuknya.
Namun sayangnya banyak masjid yang seharusnya menjadi daerah untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Malah dipakai untuk hal-hal yang tak semestinya, contohnya untuk kepentingan yang berbau politik, atau untuk mendapat jabatan atau untuk kepentingan sesaat.
Dalam kitab Bayan Awal Li an-Nas yaum al-Qiyamah, Izzudin bin Abdussalam yang dikenal sebagai sultannya para ulama’ pernah mengingtkan kepada kita bahwa banyak orang yang andal maksiat merasa dirinya sebagai orang yang andal ketaatan.
Begitu juga banyak orang yang jauh dari Allah dengan tak melaksanakan perintahnya merasa dirinya bersahabat dengan Tuhannya.
Maka dari itu, insan harus menjaga dirinya dengan cara berupaya mendekatkan diri kepada Tuhannya dengan cara yang diridhai-Nya.
Sumber: islami.co

Recent Articles

Blogroll

Recent News

© 2014 Cahaya Inspirasi.
Powered by Themes24x7 .
back to top