Tuesday, September 11, 2018

Allah Akan Mengabulkan Doa Di Waktu Yang Tepat, Bukan Di Waktu Yang Kita Inginkan

Posted by Mr sumari at September 11, 2018 0 Comments

Tahun 2015 yakni tahun dimana mimpiku harus terealisasi, yaitu menerima kerja. Dan di Idulfitri tahun ini saya sudah harus menunjukkan kabar bangga kepada seluruh keluarga besar bahwa saya sudah menerima kerja dan sanggup hidup berdikari di kota orang.

Aku yakni siswi lulusan Sekolah Menengah kejuruan di salah satu kota di Jawa Timur, ketika dinyatakan lulus dari Sekolah Menengah kejuruan ini yang terlintas di kepalaku yakni “Aku harus sukses! Aku harus menerima pekerjaan sesuai dengan bidangku”. Namun ketika inilah problem demi problem mulai muncul. 

Awal sehabis pengumuman kelulusan, sekolahku mengadakan perekrutan untuk perusahaan yang bekerja sama dengan sekolahku. Tujuannya yakni merekrut siswa-siswi yang akan melanjutkan bekerja. Tak henti-hentinya saya meminta kepada Allah biar dilancarkan usahaku mencari pekerjaan. Setiap hari saya berusaha melengkapi salat 5 waktuku ditambah salat-salat sunnah. Dari salat dhuha setiap pukul 8 pagi saya laksanakan, kemudian dilanjut salat hajat setiap selesai salat isya, sehabis itu salat tajahud. Di setiap sujud kupanjatkan doa yang sama. Air mataku selalu mengalir ketika kuingat ayah ibuku di sana juga ikut khawatir apabila saya tidak menerima pekerjaan.

Satu demi satu rekrutmen perusahaan saya ikuti di sekolah. Dengan penuh semangat saya berangkat ke sekolah untuk mengikuti perekrutan yang diadakan, dari perusahaan yang sangat saya kenal namanya hingga perusahaan yang sangat abnormal namanya di telingaku. Mungkin sekitar 10 perusahaan yang tiba ke sekolah ketika itu, dan semua perusahaan itu saya ikuti. Setelah dua minggu, bahkan satu bulan saya menunggu kabar pengumuman diterima kerja, di posisi inilah saya sangat merasa terpuruk, terlebih bahwa semua perusahaan yang telah saya ikuti menolakku.

Dengan sangat kecewa saya memutuskan mengikuti SNMPTN dan registrasi masuk Politeknik Negeri. Dengan semangat yang tersisa saya mengirimkan berkas berkas ke kampus pilihanku, orangtuaku menyetujui hal itu dan sangat mendukungku. Di sela-sela menunggu pengumuman SNMPTN dan Politeknik Negeri saya juga mencari-cari gosip perusahaan yang masih membuka lowongan pekerjaan untuk lulusan SMK. Tak sedikit pula info-info lowongan pekerjaan dari para alumni sekolahku yang menurutku itu sangat membantu. Ada lebih dari 10 perusahaan yang saya ikuti melalui registrasi online tersebut.

Pada ketika pengumuman SNMPTN, hatiku sangat berdebar, ketakutan sedari pagi di pikiranku makin membesar. Pada pukul 17.00 saya mulai membuka website SNMPTN dan kuisikan data diriku kemudian yang keluar yakni garis merah yang berarti saya tidak diterima masuk jalur SNMPTN. Betapa kecewanya hati ini melihat pengumuman tersebut, mungkin di saat-saat itu semangatku mulai kendor.

Pada suatu pagi, seusai saya menunaikan salat dhuha, teleponku berdering. Kulihat nomornya yakni nomor Jakarta, kemudian kuangkat telepon itu dan ternyata yakni panggilan wawancara dari suatu perusahaan IT di Jakarta. Keesokan harinya saya bersama 2 temanku mengikuti wawancara lewat skype dan Alhamdulillah satu jam berjalan lancar. 3 hari kemudian saya menerima email yang isinya tidak diterima sebab posisi yang akan saya masuki telah terisi orang lain. Kembali hati ini hancur, sakit sekali rasanya ditolak berkali-kali.

Seminggu kemudian saya menerima telepon lagi dari perusahaan lain yang bergerak di bidang konsultan IT di Jakarta, mereka mengharapkan kehadiranku ke kantornya untuk melaksanakan wawancara dan tes tes lanjutan. Aku sangat gundah melihat posisiku yang ketika itu masih di Jawa Timur dan harus hingga Jakarta 3 hari lagi untuk melaksanakan wawancara. Spontan saya pribadi menghubungi kedua orangtuaku yang sedang berada di luar kota untuk meminta izin dan meminta uang saku untuk berangkat ke Jakarta. Orangtuaku mengiyakan keberangkatanku. Keesokan harinya saya berangkat ke Jakarta dan hingga sehari kemudian.

Sampai pada hari di mana saya melaksanakan wawancara dan tes lanjutan di perusahaan itu, hatiku sangat berdebar mengingat saya selalu ditolak. Kali ini kutekadkan berangkat ke Jakarta dengan cita-cita sanggup diterima di perusahaan ini. 5 jam berlalu cukup tegang menurutku, selalu kuucapkan Bismillah setiap kali menjawab soal soal tes. Akhirnya tes berakhir pada pukul 2 siang, lega kurasakan. Alhamdulillah.

3 hari kemudian saya menerima telepon dari perusahaan yang kuikuti tes beberapa hari lalu, mereka mengabarkan bahwa saya diterima kerja di kawasan mereka dan esoknya saya dipanggil untuk tanda tangan kontrak. Seketika saya pribadi sujud syukur dan dengan mata menangis saya sangat gembira. Alhamdulillah, Allah punya jalan yang lebih baik, selalu kuyakini hal itu sebab Allah selalu berada bersahabat kita, Allah tidak tidur. Allah selalu mendengar doa kita dan saya sangat yakin Allah akan mengabulkannya di kawasan dan waktu yang TEPAT, bukan di kawasan dan waktu yang kita inginkan

Share This Post

Get Updates

Subscribe to our Mailing List. We'll never share your Email address.

0 comments:

Recent Articles

Blogroll

Recent News

© 2014 Cahaya Inspirasi.
Powered by Themes24x7 .
back to top