Fenomena suami takut istri bukan sebuah hal gres dalam kehidupan berumah tangga. Dengan banyak sekali alasan, biasanya para suami menentukan menyerah sehingga istri terlihat lebih mendominasi. Tidak heran kalau istri dengan tipe ini akan gampang meluapkan amarah dihadapan suaminya.
Tidak jarang hal ini menciptakan suami murung lantaran merasa tersakiti hatinya atas sikap istrinya tersebut. Sebagai istri, anda harusnya lebih hati-hati dalam hal ini. Terlebih kalau suami yaitu orang yang saleh dan taat beribadah kepada Allah SWT.
Pasalnya selain menerima dosa lantaran durhaka terhadap suami, anda juga akan menerima bahaya dari para bidadari di surga. Ancaman para bidadari ini pastinya menciptakan istri berpikir ulang saat akan menyakiti hati suaminya. Seperti apa bahaya tersebut? Berikut ulasannya.
Allah SWT menceritakan dalam Quran bagaimana indahnya kehidupan di dalam nirwana serta banyak sekali kenikmatan yang akan didapatkan yang akan didapatkan saat berada di dalamnya. Kenikmatan nirwana tersebut diantaranya dihiasai dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya, berbagaimacam buah-buahan kesukaan manusia, kebun yang indah, istana megah yang terbuat dari emas dan mutiara, daerah tidur, permadani dan bantal dari emas dan permata.
Allah SWT juga menjelaskan perihal bidadari bagus yang dipersiapkan menjadi istri para kaum adam yang berada di surga. Dijelaskan oleh Rasulullah SAW bahwa kecantikan bidadari nirwana ini lebih baik dari dunia dan seisinya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekiranya salah seorang bidadari nirwana tiba ke dunia, niscaya ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang perempuan nirwana itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Keberadaan bidadari nirwana juga dijelaskan dalam Ash Shaaffaat, 40-49 : “Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Mereka itu memperoleh rezki yang tertentu, yaitu buah-buahan. Dan mereka yaitu orang-rang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh nikmat, di atas tahta tahta kebesaran berhadap-hadapan. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamer dari sungai yang mengalir. Warnanya putih bersih, sedap rasanya bagi orang orang yang minum. Tidak ada dalam khamer itu al kohol dan mereka tiada mabuk karenanya. Disisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya, seperti mereka yaitu telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik. (QS : Ash Shaaffaat, 40-49).
Sebelum tamat zaman para bidadari nirwana menunggu suaminya dari kalangan laki-laki di dunia yang melalukan kebajikan dan amal saleh. Semasa menunggu ini, para bidadari nirwana akan mendoakan calon suaminya.
Dari Ikrimah, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya para bidadari itu jumlahnya lebih banyak dari kalian (kaum wanita), mereka berdo’a untuk suami mereka, ” Ya Allah bantulah beliau dalam menegakkan agamaMu, dan terimalah ia untuk selalu taat padaMu, dan sampaikanlah ia pada kami dengan kekuatanMu, wahai zat yang mencintai orang yang berkasih sayang.”
Selain berdoa untuk suaminya, para bidadari nirwana juga mendoakan istri yang ada di dunia dari calon suaminya di nirwana ini. Namun doa tersebut diperuntukan bagi para istri yang menyakiti hati para suaminya yang taat beribadah kepada Allah. Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seorang istri menyakiti suaminya di dunia, maka calon istrinya di alam abadi dari kalangan bidadari akan berkata: “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah mencelakakanmu alasannya yaitu ia hanya sementara berkumpul denganmu. Sebentar lagi ia akan berpisah dan akan kembali kepada kami.” (HR. Tirmidzi no. 1174 dan Ibnu Majah no. 2014. Al Hafizh Abu Thohir menyampaikan bahwa sanad hadits ini hasan).
Hadist ini menjadi nasihat bagi para wanita, bahwa hendaklah menjaga hubungan yang baik kepada suami. Untuk itu, janganlah sesekali melukai dan menyakiti hati suami. Karena Allah SWT sanggup saja mengabulkan doa para bidadari nirwana ini.
sumber: wiwik setyawati

Facebook
Twitter
Google+
Rss Feed

0 comments: