Tak usang kemudian, Rasulullah Saw. masuk kerumah. Lalu, saya menceritakan kepada beliautentang wanita dan kedua anak wanita itu. Mendengar dongeng saya ini, Rasulullah Saw. bersabda, 'Barangsiapa diuji dalam pengasuhan bawah umur perempuan, kemudian ia sanggup mengasuh mereka dengan baik, maka anak perempuannya itu akan menjadi penghalangnya dari api neraka kelak." (HR. Muslim).
Melalui hadis ini, Anda sanggup meneladani dua orang perempuan, adalah Aisyah Ra. dan wanita yang tiba kepada istri Rasulullah Saw. tersebut. Perhatikanlah, betapa Aisyah Ra. merupakan cerminan dari seorang wanita yang mempunyai kepribadian sangat shalihah. Hatinya begitu dermawan, dan perasaannya sangatlah sensitif manakala berhadapan dengan penderitaan orang lain.
Sungguh sulit membayangkan wanita ibarat Aisyah yang hanya mempunyai sebiji kurma, dan seharusnya sebiji kurma itu untuk dimakan diri sendiri, namun justru diberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.
Melalui kejadian ini, Anda sanggup mengambil pelajaran betapa seorang wanita sesungguhnya mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh karunia Allah Swt., sebagaimana laki-laki. Salah satunya, melalui sifat dermawan., peduli, dan kasih sayang kepada orang lain.
Selanjutnya, perhhatikan juga perihal seorang wanita (seorang ibu) yang membagikan biji kurma bagi kedua anaknya tanpa ia merasakan buah tersebut meskipun sangat mungkin keadaan si ibu waktu itu juga sangat lapar. Memang demikianlah seharusnya perilaku seorang ibu. Ia mesti berani berkorban dan berjuang untuk anak-anaknya. Ia harus berani menanggung lapar demi menjaga amanah Allah Swt. berupa anak yang dititipkan kepadanya.
Secara redaksional, hadis ini memang hanya menjelaskan bahwa seorang ibu yang merawat anak wanita maka ia akan selamat dari api neraka. Namun, sesungguhnya hal ini juga berlaku bagi para ibu yang merawat bayi laki-lakinya dengan baik.
Hemat penulis, Rasulullah Saw. hanya menyebutkan anak wanita barangkali berkaitan dengan anggapan masyarakat Arab waktu itu yang sebagian masih menilai rendah kehadiran anak perempuan.
Dan hadis ini, selain mengandung pesan betapa besar penghargaan Rasulullah Saw. kepada kaum perempuan, ia juga mengisyaratkan keutamaan seorang ibu, dan kedua orang renta khususnya, yang benar-benar bertanggung jawab terhadap anak-anaknya.
Rasulullah Saw. juga menegaskan dalam sabdanya:
"Dari Anas bin Malik Ra., ia berkata, 'Rasulullah Saw telah bersabda, 'Barang siapa sanggup mengasuh dua orang anak perempuannya sampai dewasa, maka saya akan bersamanya di hari Kiamat kelak.' Beliau merapatkan kedua jarinya." (HR. Muslim, 8/38-39).
Itulah bukti betapa Islam bekerjsama memperlihatkan penghargaan dan penghormatan yang tinggi kepada kaum perempuan. Tidak ibarat yang dituduhkan oleh pihak-pihak yang membenci Islam sebagaimana kita dengar selama ini.

Facebook
Twitter
Google+
Rss Feed

0 comments: