Tuesday, September 11, 2018

Ternyata Tidur Memakai Bantal Berbahaya Untuk Bayi

Posted by Mr sumari at September 11, 2018 0 Comments

Sebagian masyarakat meyakini bahwa memakai bantal berbentuk abjad U untuk bayi sanggup membantu kepala bayi terbentuk bulat sempurna. Hati-hati alasannya ialah anggapan ini keliru. Hingga ketika ini belum ada bukti perihal manfaat bantal bagi bayi. Sebaliknya, para pakar justru menganjurkan orang bau tanah tidak memakai bantal apa pun untuk bayi sampai berusia dua tahun.

Bentuk kepala bayi gres lahir belum tepat alasannya ialah imbas proses kelahiran atau alat bantu persalinan (seperti forsep). Kepalanya membutuhkan waktu untuk sanggup berubah ke bentuk yang ideal. Meski proses kelahiran sanggup berdampak kepada bentuk kepala bayi, bersama-sama tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pada sebagian besar kasus, bentuk kepala bayi sanggup menjadi bulat tepat seiring berjalannya waktu. Oleh alasannya ialah itu, tidak perlu menyiasatinya dengan bantal yang justru membahayakan bayi.

Inilah alasan kenapa bantal bentuk abjad U atau bantal apa pun tidak baik untuk bayi:Bantal berpotensi mengundang ancaman sesak napas atau tersedak.

Jika bantal robek, isi bantal sanggup keluar. Jika sedikit saja isian bantal keluar, kemudian masuk ke ekspresi atau hidung bayi, menimbulkan dirinya berisiko mengalami tersedak. Jika bayi diletakkan di tengah bantal berbentuk U, bayi akan kesulitan untuk membalik atau memutar kepalanya ke salah satu sisi ketika ia gumoh atau muntah. Kondisi ini berisiko menciptakan bayi tersedak oleh muntahannya sendiri.

Bantal dan Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi

Bantal juga dikaitkan dengan sindrom janjkematian mendadak pada bayi. Disebut pula dengan SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome. SIDS merupakan janjkematian tidak terjelaskan yang biasanya terjadi ketika bayi sedang tidur. Meski bayi terlihat sehat, ia sanggup mengalami SIDS. Fenomena ini terutama terjadi pada bayi berusia kurang dari setahun.

SIDS juga dikenal sebagai janjkematian boks bayi alasannya ialah bayi sering kali meninggal dalam boks mereka. Walaupun penyebabnya belum diketahui secara pasti, SIDS dikaitkan dengan ketaknormalan pada porsi otak bayi yang mengontrol pernapasan dan terbangun dari tidur.

Teori lainnya mengungkapkan bahwa bayi sanggup mempunyai risiko SIDS yang lebih tinggi bila tidur dengan posisi tengkurap, khususnya bila bayi tidur di kasur yang lembut atau dengan seprai, bersama boneka mainan, atau bahkan dengan bantal di akrab wajahnya.

Sebuah teori menyatakan bahwa permukaan bantal yang lembut atau benda di sekitarnya memungkinkan terciptanya sekat kecil di sekitar ekspresi bayi dan menjebak hembusan napas. Sebagai akibatnya, bayi menghirup kembali hembusan napasnya. Kadar oksigen di dalam tubuhnya kemudian akan menurun dan karbon dioksida akan terakumulasi. Akhirnya, kekurangan oksigen sanggup berkontribusi terhadap SIDS.

Tips Menggunakan Bantal

Berikut ialah beberapa hal yang orang bau tanah perlu perhatikan terkait penggunaan bantal untuk bayi.

Jauhkan semua bantal dari keranjang bayi pada malam hari atau ketika bayi sedang tidak diawasi. Bantal boleh dipakai untuk bayi tidur siang dengan catatan bahwa Anda turut mengawasi. Bila Anda tidak mengawasinya, lebih baik jauhkan bantal. Jika bayi tertidur dengan bantalnya, perlahan-lahan ambil bantal dengan lembut dan letakkan bayi di keranjangnya.

Pilih bantal dengan isian yang bersifat hipoalergenik atau rendah risiko alergi. Pilih bantal yang kecil dan kukuh dengan sarung yang halus. Jangan memakai bantal yang dihias dengan kancing, manik-manik, rumbai, atau dekorasi jahitan lainnya. Dianjurkan untuk tidak memakai bantal yang terbuat dari materi poliester alasannya ialah kain poliester sanggup mengakibatkan iritasi. Utamakan yang berbahan kain katun.

Periksa secara rutin apakah kain bantal robek. Bila robek, singkirkan bantal tersebut. Bersihkan bantal secara rutin. Bantal sanggup menjadi sarang kuman, debu, keringat, sisa susu yang mengering, atau minyak bayi. Cuci bantal sesuai dengan petunjuk perawatan dan pastikan benar-benar kering sebelum digunakan.

Jangan gunakan bantal kalau Anda meletakkan bayi di dalam ayunan. Jika bayi Anda mempunyai ruam pada kulitnya dan terus berkembang, periksakan dirinya ke dokter. Jangan memberi makan bayi Anda ketika ia sedang berbaring di atas bantal. Suapi bayi dengan posisi menyerupai sedang menyusui.

Sebenarnya bayi berusia di bawah dua tahun tidak membutuhkan bantal untuk membuatnya nyaman atau membantu kepalanya menjadi bulat sempurna. Anda tidak perlu memaksakan memakai bantal untuk bayi. Di samping itu, kalau bayi Anda tidur bersama Anda, jangan lupa untuk menjauhkan semua bantal atau guling.

Sumber: ukhtiindonesia.com

Share This Post

Get Updates

Subscribe to our Mailing List. We'll never share your Email address.

0 comments:

Recent Articles

Blogroll

Recent News

© 2014 Cahaya Inspirasi.
Powered by Themes24x7 .
back to top