Banyak ladang pahala menjadi wanita. Mulai sebagai langsung muslimah, sebagai istri, hingga sebagai seorang ibu. Namun, berdasarkan hadis, ada pula wanita-wanita yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala meskipun mereka beridentitas muslimah.
Siapa saja mereka? Inilah 10 perempuan yang dilaknat Allah
1. Wanita yang mengubah ciptaan Allah
Seperti artis yang melaksanakan operasi plastik semoga semakin cantik. Ada yang ‘merenovasi’ wajahnya dengan teknologi terkini, menambah atau mengurangi, bahkan ada pula yang hingga berganti kelamin.
Hal-hal demikian termasuk dalam kategori mengubah ciptaan Allah. Dan Allah melaknat insan –khususnya wanita- yang mengubah ciptaanNya.
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُوتَشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ
“Allah melaknat perempuan yang menato, perempuan yang minta ditato, perempuan yang menghilangkan bulu di wajah, perempuan yang merenggangkan giginya semoga terlihat cantik, serta perempuan yang mengubah ciptaan Allah” (HR. Bukhari)
2. Menghilangkan bulu di wajah
Demi alasan kecantikan, tidak sedikit perempuan yang mau melaksanakan apa saja baik yang beresiko besar maupun kecil. Baik yang halal maupun yang haram.
Di antara hal yang dilakukan demi alasan kecantikan namun tidak boleh oleh Allah yaitu menghilangkan bulu di wajah.
Entah dengan cara operasi plastik atau menggunakan laser atau ‘membakarnya’ dengan lilin dan semacamnya.
Dalam lanjutan hadits tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُوتَشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ
“Allah melaknat perempuan yang menato, perempuan yang minta ditato, perempuan yang menghilangkan bulu di wajah” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat Muslim disebutkan pula perempuan yang menghilangkan bulu di wajah dan perempuan yang minta bulu wajahnya dihilangkan.
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ
“Allah melaknat perempuan yang menato, perempuan yang minta ditato, perempuan yang menghilangkan bulu di wajah dan perempuan yang minta bulu wajahnya dihilangkan” (HR. Muslim)
3. Wanita yang mentato maupun bertato
Tato yaitu suatu tanda yang dibentuk dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit. Dulu, tato identik dengan preman pria dan warna tatonya hitam.
Namun ketika ini warna dan jenis tato lebih banyak variasinya.
Dulu mungkin sangat sulit mendapati perempuan menggunakan tato. Namun di zaman yang katanya kurun globalisasi ini, tidak sedikit perempuan yang membuat tato pada anggota tubuhnya.
Mulai yang diletakkan di tangan, kaki, punggung, paha, hingga daerah-daerah yang lebih ‘privasi’ lagi.
Tato –oleh kaum sekuler dan liberal- dipandang sebagai lisan kebebasan. Ia juga dipandang sebagai lambang keberanian dan untuk mempercantik diri. Sedangkan di sisi Allah, perempuan yang bertato yaitu perempuan yang dilaknat.
Dalam hal ini yang dilaknat Allah yaitu keduanya baik perempuan yang mentato maupun perempuan yang minta ditato.
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُوتَشِمَاتِ
4. Bagi wanita-wanita yang mencaci dan menghina teman Nabi, Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat mereka. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا رَأَيْتُمُ الَّذِينَ يَسُبُّونَ أَصْحَابِى فَقُولُوا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى شَرِّكُمْ
“Jika kalian melihat orang-orang yang mencaci maki sahabat-sahabatku, maka katakanlah laknat Allah atas keburukan kalian” (HR. Tirmidzi)
5. Merenggangkan gigi supaya terlihat cantik
Ternyata merenggangkan gigi supaya terlihat manis juga merupakan hal yang tidak boleh oleh Allah dan perempuan yang melakukannya akan mendapatkan laknatNya.
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُوتَشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ
“Allah melaknat perempuan yang menato, perempuan yang minta ditato, perempuan yang menghilangkan bulu di wajah dan perempuan yang merenggangkan giginya semoga terlihat cantik” (HR. Bukhari)
6. Wanita yang ibarat laki-laki
Di zaman kini banyak perempuan yang, entah sadar atau tidak, ibarat laki-laki. Yang paling gampang ditemui yaitu gaya pakaiannya. Seperti apa? Misalnya pakai celana, bahkan celana pendek.
Sudah ibarat laki-laki, mengumbar aurat pula. Apalagi yang jenis hot pants.
Selain pakaian, ibarat pria juga sanggup berbentuk gaya rambut. Sudah tidak berjilbab, rambut dipotong pendek tak ubahnya laki-laki.
Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat para perempuan yang ibarat pria sebagai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ
“Allah melaknat pria yang ibarat perempuan dan perempuan yang ibarat laki-laki”(HR. Ahmad)
7. Wanita yang menyambung rambut
Ini juga banyak didapati dilakukan oleh wanita: menyambung rambut. Baik yang warna dan bentuknya persis mirip rambutnya yang orisinil hingga tampak panjang. Maupun yang menggunakan wig dan sejenisnya.
Di zaman dulu hingga sekarang, menyambung rambut dengan rambut orisinil milik orang lain masih dikerjakan sebagian wanita.
Lagi-lagi, alasan mereka yaitu demi kecantikan. Agar terlihat manis dan semoga terlihat anggun. Tentu saja dengan alasan itu mereka juga tidak berjilbab alasannya yaitu bila berjilbab panjang pendeknya rambut menjadi tidak terlihat.
Jika berjilbab, hitam dan tidaknya rambut tidak terlihat. Jika berjilbab, berkilaunya rambut tidak sanggup dipamerkan.
Dari pertimbangan-pertimbangan itu saja sebetulnya tampak bahwa orientasi mereka bukanlah semoga suaminya semakin cinta tetapi semoga beliau manis di hadapan orang lain; baik itu teman maupun lawan jenisnya.
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ
“Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta rambutnya disambung” (HR. Bukhari)
8. Lesbi
Perbuatan yang tak kalah dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu orientasi kesukaan pada sesama jenis alias lesbian bagi wanita.
Allah sudah membuat pria dan perempuan untuk berpasang-pasangan. Melalui kesepakatan nikah mereka mendapatkan pahala ibadah sekaligus kenikmatan yang menyenangkan. Namun, sebagian orang mencari sesuatu di balik itu. mereka tidak menyukai hal yang normal.
Maka yang pria menyukai pria dan perempuan menyukai wanita. Dan akhir-akhir ini fenomena itu makin banyak. LGBT istilahnya.
Setelah Amerika Serikat mengesahkan perkawinan sejenis, kaum LGBT semakin berani menampakkan dirinya dan mengekspos suaranya. Mereka sebut ini hak, padahal itu yaitu dosa dan penyakit yang dilaknat oleh Allah.
Jika perbuatan lainnya hanya disebut laknat Allah sekali, khusus untuk perbuatan ini Rasulullah mengulangi penyebutan laknat Allah sebanyak dua kali.
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ
“Allah melaknat orang-orang yang mengerjakan perbuatan kaum Luth. Allah melaknat orang-orang yang mengerjakan perbuatan kaum Luth.” (HR. Ahmad)
9. Wanita pelaku riba
Riba yaitu hal yang sangat berbahaya. Meskipun sepintas mendatangkan keuntungan, sesungguhnya beliau yaitu penghancur perekonomian.
Terutama orang yang dikenai riba, contohnya yang berhutang kemudian dikenai bunga yang berlipat ganda.
Sedangkan bagi pemberi riba dan orang yang memakan laba riba, sepintas beliau untung besar. Namun harta yang demikian itu tidak pernah membawa barakah.
Allah mengharamkan riba dalam kitab suciNya. Namun, banyak orang yang terlibat dalam riba tidak terkecuali wanita.
Baik sebagai pemakan riba, pemberi riba, saksinya maupun pencatatnya. Mereka semua dilaknat oleh Allah subhanahu wa Ta’ala.
لَعَنَ اللَّهُ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَشَاهِدَهُ وَكَاتِبَهُ
“Allah melaknat orang yang memakan (pemakai) riba, orang yang memberi riba, dua orang saksi dan pencatat (dalam transaksi riba)” (HR. Ahmad)
10. Wanita yang menyuap dan mendapatkan suap
Dikatakan, Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat orang yang menyuap dan orang yang mendapatkan suap. Tidak peduli apakan mereka pria atau wanita. Sama saja.
لَعَنَ اللَّهُ الرَّاشِىَ وَالْمُرْتَشِىَ فِى الْحُكْمِ
“Allah melaknat orang yang menyuap dan mendapatkan suap dalam hukum/pengadilan” (HR. Ahmad)
Demikian 10 perempuan yang dilaknat Allah. Tentu masih banyak golongan lain yang juga dilaknat Allah baik berdasarkan Al Qur’an maupun hadits. Wallahu a’lam bish shawab.

Facebook
Twitter
Google+
Rss Feed

0 comments: